Acara malam itu diawali dengan pembacaan para juara lomba yang telah digelar sebelumnya dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-80 RI. Berbagai cabang lomba seperti sepak bola antar-RT, fashion show PKK, lomba pidato, hingga gobak sodor berhasil menyedot antusiasme warga Tumiyang. Sorak-sorai dan tepuk tangan jamaah turut mengiringi pengumuman nama-nama pemenang, menambah semarak suasana sebelum memasuki acara inti.
Meski selepas pengumuman hujan mulai turun, semangat jamaah tak surut sedikit pun. Payung dan jas hujan justru menjadi saksi kekhusyukan para pencinta Rasulullah yang tetap berdiri, bersuara bersama dalam irama salawat. Suasana penuh haru dan syahdu terasa di seluruh penjuru lapangan, seakan hujan menjadi rahmat yang menambah keberkahan majelis malam itu.
Acara inti dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah dan lantunan salawat yang dipimpin langsung oleh Gus Ahmad Faizun dari Rawalo. Kehadiran beliau menjadi magnet tersendiri, menghadirkan semangat dan kekhusyukan jamaah dalam mengumandangkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiyahnya, Gus Ahmad Faizun berpesan agar umat Islam senantiasa menjaga silaturahmi, memperbanyak salawat, dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, keberkahan sebuah desa akan semakin kuat jika warganya bersatu dalam doa dan cinta kepada Rasulullah.
Tidak hanya warga Tumiyang, acara ini juga dihadiri masyarakat dari desa-desa sekitar, bahkan ada yang datang dari luar kecamatan. Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi bisa ikut serta dalam majelis yang penuh berkah ini. Kehadiran para pemuda, remaja, hingga orang tua menunjukkan betapa salawat mampu menyatukan lintas generasi.
Hingga tepat pukul 12.00 dini hari, lantunan pujian kepada Nabi terus bergema tanpa henti. Jamaah menutup acara dengan doa bersama, memohon agar Allah melimpahkan keberkahan, keselamatan, serta kedamaian bagi seluruh masyarakat Tumiyang dan sekitarnya.
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS. Al-Ahzab: 56)
“Tumiyang Bersalawat” bukan sekadar acara religius, melainkan juga ruang silaturahmi, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah. Jamaah pulang dengan hati yang teduh, membawa keberkahan malam penuh cahaya itu.

| Luas Area | 100 m2 |
| Luas Bangunan | 90 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 2016 |